The Blog

[Bengkulu, 30 Januari 2019]. Kegiatan Pelepasan Kura-kura Baning Gajah (Monouria Emys) dan Desiminasi Proyek PEER di Area Ex Situ Universitas Bengkulu. Pada hari Rabu, tanggal 30 Januari 2019. Kegiatan pelepasan kura-kura di area ex-situ merupakan bagian dari proyek PEER dan konservasi bagi kehidupan kura-kura lokal.

Kura-kura yang dilepas merupakan jenis Manouria emys atau kura-kura kaki gajah. Pada kegiatan ini dihadiri oleh para peneliti pada proyek PEER yakni Dr. Aceng Ruyani, Deni Parlindungan, M.Pd, Ketua LPPM Universitas Bengkulu Dr. rer. nat. Totok Eka Suharto, MS, perwakilan dari Rektorat Unib Bapak Suganda, S.E, dari FKIP Bapak Ir. Supriyadi, Boryanto Widodo, S.H, Erni Gustina, S.Ikom dan perwakilan dari para Mahasiswa.

Kegiatan Pelepasan Kura-kura Baning Gajah (Monouria Emys) dan Desiminasi Proyek PEER di Area Ex Situ Universitas Bengkulu

Kegiatan Pelepasan Kura-kura Baning Gajah (Monouria Emys) dan Desiminasi Proyek PEER di Area Ex Situ Universitas Bengkulu

Kegiatan Pelepasan Kura-kura Baning Gajah (Monouria Emys) dan Desiminasi Proyek PEER di Area Ex Situ Universitas Bengkulu

Bercerita tentang kura-kura Manouria emys atau Kura Kura Kaki Gajah merupakan salah satu dari sedikit tortoise atau kura kura darat terbesar di Asia. Emys dapat tumbuh hingga mencapai panjang sekitar 80cm dengan berat sekitar 37 kilogram. Di Indonesia, kura kura Emys tersebar dari Sumatera hingga Kalimantan. Sedangkan di Asia, penyebarannya meliputi Timur India, Bangladesh, Myanmar Selatan & Timur, Thailand hingga Malaysia.

Kura kura emys hidup di hutan hujan tropis pada daerah pegunungan, ini yang menyebabkan emys sangat menyukai kelembaban. Semakin lembab, kura kura emys akan semakin nyaman. Di alam liar, untuk menghindari sinar matahari yang panasnya menyengat, emys menggali lubang dengan menggunakan kakinya yang sangat kuat untuk berteduh atau bersembunyi di bawah daun-daun kering. Kura kura emys juga suka berendam pada kubangan air yang dangkal.

Emys bergerak sangat lambat, meskipun ada bahaya yang mengancam. Kura kura emys memiliki karakter suara yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan spesies lainnya juag memiliki bentuk komunikasi lain. Tapi kura kura emys bukan hewan yang memiliki sosialisasi yang tinggi dengan sesamanya.

Seperti kura kura darat lainnya, perbedaan emys jantan dan betina bisa terlihat dari bentuk fisik tubuhnya. Emys jantan cenderung memilki ekor yang lebih panjang dari emys betina. Pada emys jantan juga ditemui kelung plastra yang berfungsi untuk membantu perkimpoian.

Emys aktif pada pagi hari dan sore hingga menjelang malam. Jika ingin memelihara kura kura emys, siapkan sarana pemeliharaan yang tepat, termasuk tempat atau kandangnya. Kandang emys harus dilengkapi dengan tempat bersembunyi karena jika terlalu panas, emys bisa mengalami dehidrasi dan ini akan menyebabkan kematian. Berikan tempat bersembunyi atau tempat teduh di satu titik pada kandang kura-kura sehingga jika cuaca terlalu panas, kura kura emys dapat bersembunyi di tempat yang sudah disediakan. Atau bisa juga sediakan tanaman atau pohon yang cukup untuk berteduh saat panas. Selain itu, sediakan juga tempat berkubang berupa kolam kecil yang dangkal.

Diharapkan dengan kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat menjaga dan mencintai lingkungan, terkhusus keberadaan kura-kura lokal yang terancam punah.

“JAYA SELALU FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BENGKULU”

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Your Comment*

Name*

Email*

Website

Chat Whatsapps